DPC PKB Surabaya: Sekolah 5 Hari hilangkan Pendidikan Diniyah

(Suaraakurat.net) Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Surabaya keberatan diberlakukan kebijakan lima hari sekolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Perubahan jam belajar siswa ini dinilai bukan solusi.

 

“Kebijakan yang memaksakan perubahan jam belajar siswa sekolah akan memunculkan kegaduhan baru. Kami meminta Mendikbud untuk mengkaji ulang  kebijakan itu,” ujar Ketua DPC PKB Kota Surabaya Syamsul Arifin.

 

“Meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan semua anak di Indonesia serta menambah fasilitas pendidikan memadai lebih penting dari pada mengubah jam belajar siswa.”tuturnya

 

“Kebutuhan untuk merevolusi mental watak dan karakter pendidikan kita saat ini bukan mengubah jam belajar siswa” jelasnya.

 

DPC PKB Surabaya memandang kebijakan menambah jam pelajaran di kelas bukan merupakan sebuah solusi. Kebijakan itu dianggapnya akan menghilangkan sekolah-sekolah diniyah yang menjadi kearifan lokal dan berlangsung sudah lama dimasyarakat Indonesia.

 

“Madrasah diniyah misalnya, sudah terbukti selama ini menjadi pusat pembentukan karakter anak. Tidak hanya pengajaran nilai-nilai agama semata tetapi juga pengamalannya. Bahkan lembaga pendidikan ini menjadi benteng pertahanan Pancasila dan NKRI,” jelasnya.

 

Untuk itu Syamsul mengajak semua pihak untuk mengkritisi dan mengkaji ulang kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dinilai kerang presentatif.(djaz/rus/sa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.