BEM SI KAWAL KEDAULATAN MARITIM INDONESIA

 

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah strategis di bidang kemaritiman. Terlebih Indonesia adalah negara yang diapit dua benua dan menjadi bagian garis katulistiwa. Sayangnya, pembangunan ekonomi masih terpusat di pulau jawa, sehingga perekonomian antar pulau tidak merata. Selain itu marak praktik ilegal fishing (pencurian ikan) oleh negara asing. Oleh karenanya pemerintah harus didorong untuk menjaga kedaulatan maritim.

Potensi Indonesia sebagai negara maritim tersebut menjadikan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) untuk mengawal kedaulatan mariti

m di tengah minimnya penjagaan dan penguatan di bidang maritim.

“Negara kita dianugerahi kekayaan melimpah, ini (maritim) bagian potensi terbesar negara kita yang harus dikembangkan tapi tidak disentuh. Pemerintah jangan hanya berkonsentrasi pada pertumbuhan ekonomi, tapi lebih ditekankan pada pemerataan ekonomi. Ini salahnya kalau negara kita tidak menguasai di bidang kemaritiman,” tegas Bagus Tito Koordinator Pusat BEM SI, di sela acara Rakernas di Universitas Mataram dengan mengusung tema “Mengawal Kedaulatan Maritim”.

Dijadwalkan pada acara pembukaan rakernas akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Maritim Rizal Ramli tetapi beliau sedang jadwal di tempat lain.

Pada agenda rakernas itu membahas isu-isu yang dibagi ke dalam beberapa klausul, diantaranya: kebudayaan, kemaritiman, pendidikan, hukum, dan lain-lain. “Saya kebagian klausul pendidikan. Isu itu nanti akan kita bawa ke kampus masing-masing untuk ditindaklanjuti. Lalu, didiskusikan lewat grub WA Klausul Pendidikan”. Ujar Malkan, Presiden BEM IAIN Purwokerto.

Isu-isu nanti akan dijadikan oleh BEM SI untuk ditindaklanjuti ke dalam aksi massa pada tanggal 2 Mei dan diteruskan pada 20 Mei. Pada intinya BEM SI akan menuntut pemerintah untuk menegakan kedaulatan maritim. (Al-Mufti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.